Liverpool Semakin Tak Terkalahkan

Liverpool Semakin Tak Terkalahkan

Inggris / 12 November, 2019

Liverpool Semakin Tak Terkalahkan

Liverpool Semakin Tak Terkalahkan – Keyakinan dan rasa percaya diri Liverpool telah membuat momentum yang tak menyenangkan bagi Jurgen Klopp’s ,akan tetapi kemenangan yang mereka dapatkan pad Sabtu lalu dalam Premier League dalam melawan Manchester City akan menjadi momen dimana mereka mulai merasakan bahwa mereka semakin tak terkalahkan.

Disaat Liverpool memiliki kesempatan terakhir untuk mengalahkan Manchester City , dimana kemenangan di Etihad Stadium pada bulan January memberikan mereka 10 poin yang membuat mereka memimpin,mereka tergelincir dalam sebuah kekalahan akan tetapi mereka tetap mendapatkan sebuah gelar diakhir.

Ini adalah hari dimana Liverpool dapat membuat sebuah pernyatana secara terang dan jelas bahwa mereka tidak ingin ditolak dan menunggu sebuah gelar dimana tidak akan pudar lebih dari tiga puluh tahun mendatang.

Kemenangan tersebut membuat mereka berada delapan poin diatas Leicester City dan Chelse , mungkin lebih siginifikannya , sembilan angka dari sisi Pep Guardiola.

Itu adalah sebuah permainan yang pantas , sangat berkualitas , kontroversi dan sebuah insiden , dengan para pemain memainkan bagian mereka sepenuhnya , akan tetapi Liverpool akan mengetahui hasil tersebut dapat dilihat pada waktu perebutan piala nanti.

 

Jika saja mereka tidak menang pada musim kali ini ,usaha , focus dan keuntungan mereka saat ini , mereka tak akan pernah bisa memaafkan diri mereka.Hanya pada bulan November  ,namun satu Рsatunya team yang dapat mengalahkan mereka hanyalah mereka sendiri.

Leicester , Chelse , Manchester City akan mengatakannya , akan tetapi semua yang telah kita lihat dari Liverpool pada musim ini ,disertai dengan hanya satu kekalahan yang mengejutkan dari 51 pertandingan liga ,Klopp dan juga para pemainnya akan memiliki kata – kata terkahir mereka yang akan mereka sorakkan.

Manchester City beserta dengan manager mereka yang marah akan mengundurkan diri dari Anfield dengan sebuah kepedihan dimana penalti yang ia klaim saat melawan Trent Alexander-arnold diabaikan, sebuah luapan emosi yang makin diperburuk dengan dicetaknya sebuah angka untuk Liverpool diakhir detik pertandingan oleh Fabinho.

Spaniard merasakannya dengan jelas bahwa Manchester City sedang berada di ujung dari kunci sebuah pilihan dan ia benar dalam menguraikan seberapa baik teamnya bermain ,akan tetapi disana ada sebuah kekejaman , kekuatan yang bergelombang dan tanpa henti mengenai Liverpool yang membuatnya sulit untuk dilihat bagaimana hal tersebut dapat menjadi kesalahan untuk mereka dari sini.

 

Akibat insiden yang terjadi terhadap penjaga gawang dan gelandang tengah dari lawannya Liverpool mendapatkan sebuah keuntungan , namun jika kau memberikan mereka sedikit waktu mereka akan memperlihatkan apa yang bisa mereka lakukan.

Pergantian Ederson’s bukanlah hal yang bisa menjadi sebuah kesalahan atas dua gol yang berhasil didapatkan oleh Liverpool.Pemain berusia 36 tahun tersebut tidak memiliki kualitas dan otoritas Ederson , bukan hanya sebagai penjaga gawang namun juga sebagai kunci dari gaya bermain Manchester City.