Mario Balotelli Marah Terhadap Pelecahan Rasis

Mario Balotelli Marah Terhadap Pelecahan Rasis

Inggris / 6 November, 2019

Mario Balotelli Marah Terhadap Pelecahan Rasis

Mario Balotelli Marah Terhadap Pelecahan Rasis yang di lontarkan oleh salah satu fans “kecil”nya pada pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu silam.

Mario Balotelli striker asal Brescia tersebut kesal dan menendang bola ke arah kerumunan para penonton dan juga mengancam mereka bahwa ia akan keluar dari lapangan sepak bola disaat teamnya mengalami kekahalan 2 – 1 melawan Hellas Verona.

Respon Yang Dilontarkan setelah mendengar Pelecehan tersebut

“Hal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan sepak bola,” Ujar salah satu pemain Italia yang bermain untuk team Manchester City dan juga Liverpool.

“Kau akan terjerumus dalam situasi Sejarah Sosial yang lebih besar dari dirimu sendiri , kau hanyalah orang yang berpikiran kecil.”

Mario Balotelli menanggapi Luca Castellini , kepala dari Ultras Verona dengan memposting pesan di Instagramnya yang mengatakan bahwa “Balotelli adalah orang Italia karena ia memiliki Kewarganegaraan Italia , akan tetapi ia tak akan pernah bisa menjdai warga Italia sepenuhnya.

Luca Castellini juga menambahkan bahwa mereka baru saja menandatangani pemain “Hitam” dan seluruh Verona menyambutnya.”

Mario Balotelli, yang membantu mereka mencapai Final pada Kejuaraan Eropa di tahun 2012 setelah bermain sebanyak 36 kali untuk Italia juga mengatakan “Buka matamu dasar orang orang sinting ,Kalian tidak tahu malu.”

“Disaat aku mencetak gol untuk Italia ,dan aku jamin aku akan melakukannya lagi , Apa itu hal yang membuat mu puas ,bukankah begitu ?”

Team Sepak Bola AS Roma juga mempublish sebuah Cuitan di Twitter

“Sebagai sebuah Team , #ASRoma berada di pihak Mario Balotelli , yang mana telah di lecehkan secara rasisme pada hari Minggu , Walaupun itu 20 orang maupun 2000 orang pelecehan terhadap rasisme tak akan pernah bisa diterima, Ini sudah waktunya memilih pihak mana yang akan kalian dukung ,Mereka yang menantang Rasisme atau mereka yang menerima rasisme dan menghancurkan permainan yang kita cintai ini”

Mario Balotelli Bukanlah Yang Pertama

Kevin-Prince Boateng  mantan gelandang dari team sepakbola Tottenham dan Portsmouth , pernah juga menghadapi rasisme saat bermain di Italia , ia mengatakan “Tak ada yang berubah” dalam pertarungan sepakbola melawan rasisme.

Kevin , yang kini bermain untuk team Fiorentina , menolak untuk terus melanjutkan bermain secara bersahabat untuk AC Milan saat melawan Pro Patria pada bulan Januari 2013 silam sebagai bentuk protes terhadap pelecehan rasisme beranda lapangan sepak bola , lalu pergi meninggalkan pertandingan.

Boateng, yang sekarang bermain untuk Fiorentina, menolak untuk terus bermain persahabatan untuk tim AC Milan melawan Pro Patria pada Januari 2013 sebagai protes terhadap pelecehan rasis dari teras, dengan pertandingan kemudian ditinggalkan.

“Enam tahun kemudian tidak ada yang berubah namun kami tetap tidak akan menyerah , mari kita berjuang bersama terhadap rasisme.#NoToRacism”. Di sebuah postingan akun Twitter miliknya.

Watford Melaporkan Postingan Rasisme di Sosial Media

Liga Premier , Watfor juga telah melaporkan pelecehan rasisme yang  ditujukan kepada Christian Kabasele sebagai ke Hertfordshire Constabulary.

Sisi Liga Premier Watford telah melaporkan pelecehan rasis yang diarahkan pada bek Christian Kabasele ke Hertfordshire Constabulary.

Pemain asal Belgia yang berusia 28 tahun tersebut , sebelumnya telah menandai postingan tersebut sebagai bagian dari kampanya #BuzzOff Watford , yang menyerukan diskriminasi di media sosial.

Dalam Cuitan Twitternya Watford mengatakan bahwa mereka “Kami telah menerima nomor referensi kejahatan dari tim Hate Crime”, dan menambahkan “Kami akan melaporkan kembali berita terhadap segala tindakan apapun yang dilakukan pelaku”.