Cardiff City Harus Menghadapi Larangan Transfer FIFA

Cardiff City Harus Menghadapi Larangan Transfer FIFA

Inggris / 5 November, 2019

Cardiff City Harus Menghadapi Larangan Transfer FIFA

Cardiff City Harus Menghadapi Larangan Transfer FIFA harus menghadapi larangan transfer Pemain sebanyak 3 kali jika mereka tidak dapat membayar biaya cicilan pertama Nantes sebesar 15 Juta Euro terhadap Insiden Kecelakan Pesawat yang Menimpa Emiliano Sala.

Emililiano Sala , 28 Tahun, meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat pada bulan Januari silam saat melakukan penerbangan dari Prancis untuk bergabung dengan team barunya.

FIFA membeberkan alasan lengkap pada September lalu dimana Cardiff harus membayar sebesar 6 Juta Euro pertamanya (5.3 Juta Euro).

Setelah dinyatakannya hal tersebut Cardiff langsung melakukan banding terhadap keputusan tersebut dalam dua minggu kedepan ke pengadilan Arbitrase.

Cardiff City sebagai Klub Championship itu menyatakan bahwa itu bukan tanggung jawab mereka atas biaya apapun karena Emiliano Sala pemain asal Argentina itu meninggal dunia disaat ia belum resmi menjadi pemain mereka.

Keputusan itu dibuat pada 25 September setelah Cardiff menolak membayar biaya tersebut kepada Nantes , hal tersebut terungkap dibawah kebijakan baru Badan Sepak Bola Dunia yang mengatur  penerbitan seluruh keputusan komite.

Perincian keputusan Singkat itu akhirnya dirilis oleh FIFA, termasuk hal yang bersangkutan dengan Cardiff mengenai hal yang terjadi dengan Sala, striker Argentina yang meninggal dunia akibat sebuah insiden dimana pesawatnya jatuh ke laut pada tanggal 21 Januari silam , dua hari setelah Cardiff menandatangi kontraknya.

Pada hari Senin , keputusan penuh itu diterbikan dan berisi hal mengenai keputusan komite , dmana Cardiff harus membayar angsuran tersebut yang jatuh tempo setelah 3 tahun , total biaya yang harus Cardiff bayar sebesar 17 Juta Euro ditambah dengan bunga tahunan 5% dari 27 Januari, dan larangan transfer pemain jika gagal untuk melakukannya dalam jangka waktu 45 hari kepada Nantes.Keputusan itu adalah sebuah penalti standar yang dijatuhkan FIFA bagi para club yang tidak dapat membayar.

“Cardiff City” dilarang melakukan transfer pemain baru , baik itu secara nasional ataupun internasional, sampai ia melunasinya dalam jangka waktu maksimum 3 periode pendaftaran”. Itu adalah peraturannya jika mereka tidak membayar Nantes.

Pelarangan transfer pemain apapun akan langsung diangkat setelah mereka melunasi utang mereka.FIFA menjelaskan pembayaran itu dibebankan jika ada suatu pihak yang melakukan pengajuan banding ke pengadilan Arbitrase.

Salah satu juru bicara Cardiff mengatakan bahwa tenggat waktu 45 hari tersebut di tunda sambil menunggu Cas mendengarkan kasus ini.Cardif memiliki waku hingga akhir bulan untuk menjelaskan alasan mereka.

Komite mengungkapkan bahwa Cardiff City berusaha untuk menahan Nantes dan agen dari Sala,Wille McKay , yang bertanggun jawab atas kerugian finansial yang terjadi atas kematian Sala.Mereka berargumen bahwa McKay bertindak atas nama Sala dan juga menjalankan mandat dari Nantes ketika ia menjalankan tugas penerbangan itu.Ia bersikeras bahwa tidak tahu menahu atas pemilihan pesawat maupun pilot.

 

Hal itu ditolak oleh Nantes , ia mengatakan putra McKay , Mark adalah seorang agen sepakbola yang terdaftar dengannya , mereka berurusan dengan hal tersebut hanya untuk menegosiasikan Transfer terhadap Cardiff City. Penerbangan pulang yang dilakukan antara Cardiff City dan Nantes ,adalah agar Sala dapat mengucapkan selamat tinggal pada klubnya di Prancis , bukan diatur atass otoritas mereka “Ujar Nantes”

Komite Status Pemain memutuskan wewenang mereka terbatas untuk mencari tahu Transfer pemain tersebut telah disimpulkan secara sah.Berdasarkan Prosedur Sepakbola Internasional , Sala telah terdaftar sebagai pemain Cardiff City beberapa jam sebelum dia meninggal.

Segala tuntutan pertanggung jawaban pidana atau perdata yang berkaitan dengan kasus kematiannya diputuskan di pengadilan nanti .